.

Laman

  • Beranda
  • My Family
  • Sahabat onlineku
  • Tentang Saya
  • Jadwal Manen Cabe
  • Rekan Kerja
  • Tutor Bertani Sukses
  • Traveling

Selasa, 02 Agustus 2011

Hikmah

Pembangunan Jiwaungguh beruntung I orang yang membersihkan jiwanya dan celakalah orang yang mengotori-nya," (QS asy-Syams [9] 9-10).

Jiwa adalah intisari dari kehidupan manusia. Baik dan buruknya kualitas hidup manusia akan sangat dipengaruhi oleh kualitas jiwa. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh dan apabila ia buruk maka akan buruklah seluruh tubuh (HR Bukhari Muslim).

Dalam tataran yang lebih luas, bila jiwa suatu anggota keluarga baik, maka keluarga itu akan menjadi keluarga yang berkualitas. Jika jiwa suatu anggota masyarakatbaik, maka masyarakat itu akan menjadi masyarakat berkualitas. Jika bangsa dan negara dihuni orang-orang yang berjiwa baik, maka bangsa dan negara tersebut akan menjadi bangsa dan negara yang berkualitas.

Diriwayatkan bahwa Ali RA suatu saat pernah ditanya oleh lawan politiknya, "Mengapa keadaan negara saat dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar tidak mengalami kekacauan seperti ketika engkau menjadi khalifah saat ini?" Ali RA menjay/ab, "Sebab rakyat yang dipimpin semasa khalifah Abu Bakar dan Umar orang-orang seperti aku ini. Sedangkan rakyatyang aku pimpin semasa pemerin-tahanku adalah orang-orang seperti dirimu."

Berbagai masalah yang menimpa negara kita ini. seperti korupsi, penipuan perbankan, kebohongan publik, merebaknya kejahatan di dunia maya, dan bermacam-macam praktik kemungkaran yangtelah dilakukan, baik oleh para pejabat maupun rakyat, kalau diusut, maka akar masalah yang sebenarnya bukanlah karena undang-undang yang kurang tepat, atau sanksi yang kurang ketat, juga gaji yang kurang banyak. Akan tetapi, inti masalah sebenarnya adalah kurang diperhatikannyamasalah pembangunan jiwa.

Ibarat manusia, maka bangsa ini memiliki dua komponen inti yaitu jiwa dan raga. Maka, jika hanya raganya yang diperhatikan seperti pembangunan gedung-gedung bertingkat, mal-mal, dan tempat-tempat hiburan tanpa diimbangi dengan pembangunan karakter dan jiwa bangsa yang kokoh, maka negara yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur akan menjadi mimpi saja.

Oleh sebab itu, jika kita mau memperbaiki keadaan bangsa dan negara, maka dari titik Inilah seharusnya dimulai. Inilah contoh yang telah dihadirkan Rasulullah SAWdalam membangun tatanan kehidupan yang kuat dan harmonis dimana beliau mulai menata kehidupan bangsa Arab yang karut-ma-rut ketika itu dengan pembangunan jiwa dan pembentukan karakter. Bahkan, jika dilihat dalam sejarah, fase ini lebih panjang (13 tahun di Makkah) dibanding pembangunan sistem (10 tahun di Madinah). Dan ini juga sebetulnya yang menjadi suara hati dari salah satu pahlawan kita, WR Soepratman, ketika beliau menggubah lagu Indonesia Raya-yang salah satu liriknya adalah "Bangunlah jiwanya. Bangunlah badannya. Untuk Indonesia ರಾಯ
Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.55 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Hikmah

Dai dan Rating Rekayasa

Dai dan Rating Rekayasa

Ketika banyak orang mempermasalahkan penampilan dai di televisi, kami teringat ketika mengikuti rapat Lembaga Sensor Rim (LSF) beberapa tahun yang lalu di Jakarta. Dalam rapat itu, Wakil Ketua LSF, Ray Sita Supit, menyatakan kekesalan dan kemarahannya. Menurutnya, rating tayangan televisi adalah sebuah rekayasa untuk menghancurkan moral bangsa.

Tayangan yang bagus tidak akan diberi rating yang tinggi, tetapi tayangan yang berisi kekerasan, perkosaan, eksploitasi aurat, dan hal-hal yang merusak moral diberi rating yang tinggi. Menurutnya, pemberian rating itu dilakukan oleh sebuah lembaga yang dipimpinoleh orang asing. Ray Sita Supit kesal dan marah karena rating rekayasa yang merusak moral bangsa itu dibiarkan dan tidak dilarang di negara yang menjunjung tinggi nilai moral ini.

Tidak diragukan lagi bahwa penampilan dai di televisi juga masuk rating rekayasa. Para dai yang berkualitas dan memiliki integritas moral yang tinggi tayangan dakwahnya tidak akan mendapatkan rating yang tinggi, sementara dai yang baru mengetahui satu dua ayat Alquran dan Hadis Nabi SAW melalui karya terjemah justru tayangan dakwahnya diberi rating yang tinggi.

Televisi adalah sebuah perusahaan yang tidak bisa eksistanpa sponsor iklan dan para sponsor tidak akan mau beriklan pada televisi dan tayangan tertentu bila tayangan tersebut tidak mendapatkan rating yang tinggi.

Maka, wajar sekali apabila televisi hanya akan menayangkan tayangan yang memiliki rating yang tinggi, sedangkan pemberi rating yang direkayasa itu tidak akan memberikan rating yang tinggikepada tayangan dakwah yang berkualitas. Akibatnya, tayangan dakwah yang bernuansa banyolan dengan menampilkan dai demikian sangat mendominasi tayangan dakwah di televisi.

Para perekayasa rating tidak akan menampilkan dakwah tokoh yang berkapasitas ilmiah tinggi dan bermoral luhur untuk disiarkan dakwahnya di televisi, tetapi mere-ka akan menampilkan dai-dai yang lucu dan banyak banyolan daripada dakwahnya.

Dalam tampilannya, para dai ini sangat terlihat kekurangannya. Namun, untuk mengelabui pemirsa, mereka cerdik menutupi kekurangannya itu dengan beragam cara, baik dari segi penampilan maupun ketika menjawab pertanyaan jamaah. Jawaban yang diberikan terasa kurang bermakna karena memang tidak menguasai ilmunya.

Dai dengan tipe seperti ini dikhawatirkan akan menjadi penjual agama demi meraih kepentingan sesaat. Parahnya lagi, bila dengan dakwahnya itu, justru akan menyebabkan tersesatnya umat.

Mereka pandai mengatakan, tapi tak pandai mengerjakan.

"Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS as-Shaff [61] 2-3).

Masalah penampilan dai yang demikian itu pernah dibicarakan oleh DPP Ittihadul Muballighin pimpinan KH Syukron Mamun dengan menteri agama waktu itu, Dr H Tarmizi Taher. Waktu itu. menteri agama menyatakan akan membuat regulasi tentang penampilan dai di televisi. Namun, regulasi itu tampaknya sampai sekarang tidak pernah ada.

Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.55 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Dai dan Rating Rekayasa

Luqman Sang Ahli Hikmah

Luqrman AI-Hakim\Jikenal sebagai ahli hikmah yang luar biasa. Dalam Alquran, namanya diabadikan dalam sebuah surah khusus yang bercerita tentang hikmah yang disampaikannya, terutama kepada anaknya.

Dalam surah Luqman [31] ayat 12-19 disebutkan, setidaknya ada sekitar sembilan nasihat yang disampaikannya, yakni jangan menyekutukan Allah (ayat 13), berbakti kepada kedua orang tua (14), sadar akan pengawasan Allah (16), mendirikan shalat (17), berbuat kebajikan (17), menjauhi kemunkaran (17), sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian (17), tidak sombong (18), dan lemah lembut dalam berbicara (19).

Dalam sebuah riwayat disebutkan, suatu hari Luqman Al-Hakim masuk ke pasar dengan menaiki seekor himar (keledai). Sementara itu, anaknya ikut di belakangnya. Melihat tingkah laku Luqman itu,sebagian orang pun berkata, "Lihatlah orang tua yang tidak tahu bertimbang rasa itu. Dia naik keledai, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."

Mendengar hal tersebut, Luqman kemudian menyuruh anaknya menaiki keledai itu dan dia berjalan kaki sambil menuntun keledai tersebut. Lagi-lagi, orang yang menyaksikan hal itu berkata, "Lihat anak yang tidak tahu sopan santun dan tata krama itu. Masak, dia menaiki keledai, ayahnya berjalan kaki."

Tidak ingin mendengar omongan seperti itu lagi, Luqman pun kemudian menaiki keledai itu bersama dengan anaknya. Ternyata, orang-orang kembali menyindirnya, "Dasar orang tua dan anak yang tidak tahu etika, keledai yang kecil mereka naiki berdua. Sungguh tidak punya rasa kasihan."

Akhirnya, Luqman dan anaknya pun turun dari keledai itu. Keduanya membiarkan keledai tersebut berjalan tanpa ditumpangi. Ternyata, orang-orang masih menyindirnya. "Dasar orang yang bodoh, adakendaraan kok malah tidak ditumpangi dan dibiarkan sia-sia."

Kembalilah keduanya ke rumah. Sesampainya di rumah, Luqman menasihati anaknya tentang sikap orang-orang di pasar tersebut.

"Sesungguhnya setiap manusia itu akan dibicarakan oleh manusia lainnya. Orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangan yang terbaik dalam semua urusan."

Kemudian, ia berpesan kepada anaknya. "Wahai anakku, carilah rezeki yang halal supaya kamu tidak fakir. Sesungguhnya tidaklah orang yang fakir itu ditimpa suatu musibah, kecuali tiga perkara, yakni menipisnya keyakinan pada agama, lemahnya akal sehingga mudah tertipu dan diperdaya orang lain, serta hilangnya kemuliaan hati. Lebih celaka dari tiga hal itu adalah orang yang sukamerendah-rendahkan dan membuat ringan sesuatu."

Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.54 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Luqman Sang Ahli Hikmah

Tragedi Membawa Hikmah

Bendungan Situ Gintung yang jebol dua tahun lalu temyata membawa hikmah tersendiri. Kondisinya kini jauh lebih baik dan menarik pengunjung. Warga sekitar berharap lokasi bendungan dapat dijadikan lokasi wisata nantinya, menyaingi Taman Wisata Pulau Situ Gintung, yang letaknya masih berada di arca danau buatan itu.

Tanggul yang scpat ambruk itu kini telah dibuatkan bendungan yang sudah selesai dibangun pada awal tahun 2011. Sejumlah jalan warga termasuk jongging track juga sudah selesai dibangun.

Mulai Januari lalu, pengunjung mulai berdatangan ke lokasi Bendungan Situ Gintung yang terlihat megah itu. Tidak hanya sekadar ingin melongok tanggul bersejarah buatan Belanda tempo dulu, tapi juga dimanfaatkan sebagai tempat kongkow anak muda sekitar.

Banyaknya pengunjung yang berdatangan juga dimanfaatkan warga sekitar. Sebagian warga juga membuka warung jajanan, sementara para pemuda sekitar menyediakan jasa parkir demi menghindari risiko pencurian. Kendaraan Roda dua dipatok biaya parkir seharga RP 2000 per motor.

Bongas, seorang pengawas jasa parkir mengaku, penarikan tarif parkir dilakukan demi keamanan lingkungan setempat.

Selain menjadi pemasukan tambahan bagi warga, sisa tarif parkir digunakan untuk membayar petugas kebersihan. "Pengunjung mulai banyak yang datang, dan parlor sembarangan. Jadi, lebih baik kita atur dan menjaga kendaraan mereka dari risiko pencurian," kata Bongas.

Mulyadi, tokoh masyarakat setempat juga mengaku demikian. Ia berharap, tragedi Situ Gintung bisa menjadi hikmah buat warga sekitar. "Mari kita lupakan masa lalu, biarkan tragedi yang pernah kita alami membawa berkah nantinya. Kami berharap bendungan yang megah ini direalisasikan menjadi lokasi wisata agar bisa dimanfaatkan sebagai lahan mata pencaharian penduduk," ujarnya.

Mulyadi adalah salah satu korban jebolnya tanggul Situ Gintung dua tahun lalu. Tempat tinggal seluas meter hanyut terbawa derasnya luapan air dari bendungan Situ Gintung yang jebol.

Meski minim, kami sudah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang dan LSM. Kami tidak terlalu menuntut lebih seperti apa yang dijanjikan Depsos kepada kami. Yang penting ke depan, kehidupan kami bisa beranjak dari keterpurukan. Caranya adalah merealisasikan bendungan ini jadi tempat wisata agar memberi dampak terhadap ekonomi warga," papar Mulyadi, jm

Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Tragedi Membawa Hikmah

Hikmah Ramadan

BULAN Ramadan baru saja berlalu. Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik seperti yang dirasakan Aa Umbara Sutisna (47), terutama masalah yang berkaitan dengan perannya sebagai pejabat publik. "Setiap Ramadan, saya kerap mendapatkan ujian yang justru selalu menjadi hikmah positif bagi saya. Tidak cuma hikmah untuk beribadah lebih baik, tetapi juga untuk makin memperbaiki diri dalam posisi saya sebagai pejabat publik," kata Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat ini.

Menurut dia, ujian justru lebih banyak datang ketika dia berkecimpung di dunia politik, terutama saat kinerja dan tingkah lakunya selalu menjadi sorotan masyarakat. Salah satu ujian yang pernah dia hadapi saat puasa adalah tudingan kepemilikan ijazah palsu yang menimpanya pada Ramadan 2009, sehinggadia harus terlibat dengan pemeriksaan kepolisian. Meski akhirnya kasus itu dihentikan tanpa ada bukti kesalahan dirinya, dia mengaku banyak mendapatkan hikmah. "Sisi positifnya, relasi saya bertambah. Sara jadi kenal dan berteman dengan orang-orang kepolisian. Selain itu, kasus itu juga menyemangati saya untuk terus belajar, bahkan sampai menempuh pendidikan S-2 di usia yang tidak muda lagi inj," ujar pria kelahiran Lembang ini.

Dalam setiap ujian yang dihadapinya, ayah tujuh anak ini hanya berpegang pada satu prinsip, yaitu kebenaranlah yang akhirnya akan muncul dengan sendirinya. "Dalam setiap masalah yang menyudutkan saya, saya tidak pernah membenci atau dendam pada yang memojokkan saya, apalagi saat itu lagi puasa. Yang saya yakin, kalau kita benar dan tidak bersalah, ya tidak usah pernah takut," tuturnya.
Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.50 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Hikmah Ramadan

Hikmah Zakat

Setiap ibadah yang dibebankan kepada umat Islam pasti mengandung hikmah dan manfaat yang besar, baik untuk pelaku ibadah, orang sekitar maupun masyarakat luas. Misal hikmah puasa Ramadhan. Bagi pelaku puasa, masa Ramadhan merupakan ajang latihan khusus untuk menahan diri dan mengontrol emosi. Dalam konteks dengan orang sekitar, Ramadhan sesungguhnya sarana untuk meningkatkan empati dan kebersamaan.

Terkait kewajiban ber-zakat, Allah SWT tidak begitu saja menyuruh kepada kaum muslimin yang telah mampu secara finansial. Allah berfirman "Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat."(QS. An Nur 24 56). Umumnya ayat perintah berzakat bersanding dengan ayat perintah mengerjakan shalat, (ni barangkali yang membuat zakat termasuk salah satu ibadah yang mendapat tempat terhormat dalam pandangan Allah.

Sederhananya, ketika orang Islam sudahmelaksanakan shalat wajib secara benar dan sempurna (hubungan vertikalnya terpenuhi), maka tugas berikutnya menunaikan zakat yang lebih berdimensi horisontal. Zakat adalah ibadah maaliyah yang memiliki dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah. Ibadah ini merupakan perwujudan solidaritas, pernyataan rasa kemanusian dan keadilan serta pembuktian persaudaraan Islam. .

Dari situlah terlihat fungsi dan hikmah teqien-ting zakat, yakni menghin-dari kesenjangan sosial dan mempererat hubungan -antara aglmiya (orang kaya) dan dhuafa (orang miskin). Bayangkan, jika kaum miskin secara mendadak marah lantaran tiada orang kaya yang mau peduli, kemudian mereka menjarah harta orang kaya, maka pasti terjadi kekacauan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu Islam membuat aturan agar orang kaya mensubsidi orang miskin lewat jalan zakat.

Dana zakat dari orang kaya yang dikumpulkan dan dikelola oleh Badan Amil Zakat (BAZ) atau lambaga Amil Zakat (LAZ), selanjutnya didistribusikan kepada fakirmiskin, anak yatim, dan kelompok lain yang berhak menerimanya (mustahik). Dalam pendayagunaan distribusinya, sudah pasti setiap BAZ atau LAZ melihat kebutuhan dun potensi masing-masing penerima manfaat, mengingat tidak semua mustahik memilik problem yang sama.

Umpama Dompet Dhuafa (DD) sebagai salah satu LAZ yang terpercaya, telah membuat banyak program untuk para mustahik. Antara lain layanan kesehatan cuma-cuma untuk dhuafa dan pendidikan unggulan gratis bagi anak yatim berprestasi. Pada titik ini, DD sudah berhasil memerankan lugasnya dalam mewujudkan hikmahterbesar zakat, yakni menjembatani si kaya dengan si miskin.

Dari perspektif yang berbeda, hikmah zakat adalah Bebagai pembersih dan penyuci diri. Orang yang gemar berznknl sesungguhnya orang yang ingin selalu menumbuhkan kemunihan hati, mengikis sifat bakhil serta serakah-nya. Dengan begitu, maka suasana batinnya akan senantiasa terbebas dari segala tuntutan, baik yang muncul dari agama maupun masyarakat. Selain itu, tentu masih banyak hikmah lain yang bisa didapat bagi orang yang mau melakukan kewajiban /akalnya. 11 isyu Allah.

Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.49 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Hikmah Zakat

Meraup berkah usaha dari booming digital


Revolusi digital yang telah banyak mengubah dunia sejak era 1980-an, semakin hangat memengaruhi perubahan sosial masyarakat di seluruh dunia.
Riset bank asal Singapura DBS Bank, yang dipublikasikan dalam DBS Asian Insight, beberapa waktu lalu, mencatat, digitalisasi teknologi bukan cuma mengubah model bisnis.Dia juga mampu menghasilkan produk domestik bruto (PDB) lebih cepat dibanding teknologi pendahulu.
Sebagai gambaran, mesin uap membutuhkan waktu 80 tahun untuk menghasilkan 1% PDB. Sedangkan teknologi digital cuma butuh waktu 15 tahun.
Asia tercatat sebagai salah satu benua yang tengah merekam proses revolusi digital nan luar biasa. Pemicu revolusi salah satunya adalah ledakan pemakaian ponsel pintar.
Selain itu, pemicu lain adalah pemakaian media sosial sebagai kanal iklan pemasaran yang makin mumpuni.
Menurut Lembaga periset digital marketing eMarketer, pengguna aktif ponsel pintar di Indonesia tahun ini akan menembus 69,4 juta orang. Angka itu diprediksi akan mencapai 103 juta orang pada tahun 2018 mendatang.
Di saat yang sama, penetrasi smartphone yang makin masif mendongkrak pula kegemaran orang Indonesia bersosial media. Facebook, sebagai contoh, menjadi media sosial paling digemari di Indonesia hingga negeri kita sempat dijuluki The Facebook Country.
Mengutip DailySocial, ada sekitar 82 juta pengguna Facebook aktif di negeri ini. Angka itu setara gabungan pengguna Facebook di Thailand, Filipina dan Vietnam.
Sedang pengguna Instagram di Indonesia telah menembus 22 juta orang. Popularitas Instagram mulai membayangi Twitter di negeri ini.
Angka-angka itu menguatkan tesis bahwa di Indonesia tengah tengah berlangsung booming teknologi digital yang luarbiasa. Dengan populasi 250 juta, Indonesia berpotensi menjadi raksasa digital Asia, bahkan dunia.
Pemasaran digital
Bagi para pelaku usaha, fenomena booming teknologi digital dan pemakaian masif media sosial sulit untuk diabaikan begitu saja. Strategi bisnis tidak bisa lagi kaku pada pakem lama. Pemasaran dan promosi niscaya akan ketinggalan bila hanya terpaku pada trik-trik konvensional semata.
Pemasaran non-konvensional atau digital melalui kanal online, baik lewat pemanfaatan media sosial maupun e-commerce menjadi strategi yang harus dipertimbangkan.
Asnan Furinto, pengamat dan praktisi pemasaran Universitas Bina Nusantara, menilai, strategi pemasaran konvensional saja akan kurang ampuh mendongkrak kinerja bisnis. “Mengikuti perkembangan masyarakat, pemasaran digital berbobot penting saat ini,” terang dia.
Mengabaikan perubahan perilaku masyarakat yang sekarang semakin lekat dengan dunia digital justru membuang  peluang mendongkrak performa bisnis. Dengan kata lain, strategi pemasaran mau tidak mau juga harus menubruk kanal-kanal online melalui digital marketing.
Bahkan, di era seperti sekarang, tidak sedikit pengusaha yang malah mampu mencetak pertumbuhan omzet luar biasa hanya dengan mengoptimalkan pemasaran dari sisi online. Pengalaman Atina Maula, pendiri dan pemilik Vanilla Hijab, produsen jilbab dan pakaian muslim, membuktikan hal itu.
Di awal-awal merintis bisnis, perempuan yang baru berusia 23 tahun ini memasarkan dan mempromosikan produk hanya dari akun Instagram. “Saya rajin mengomentari akun-akun pengikut atau followers para selebgram (selebriti di Instagram) untuk mendapatkan followers,” cerita Atina.
Target dia, dalam sehari mengomentari minimal 200 akun pengikut tiga hijabers - sebutan untuk selebriti berjilbab, yang kondang sebagai selebgram tadi. Spam komentar dia geber hingga followers akun Instagram @vanillahijab mendekati 400.000 pengikut saat ini.
Hasilnya luarbiasa. Atina dengan merek Vanilla Hijab kini telah mampu mencetak omzet  ratusan juta setiap pekan, hanya dari akun Instagram! Tanpa toko fisik, tanpa membayar mahal untuk iklan di sana sini.
Sekilas sepertinya terdengar mudah menerapkan strategi pemasaran digital, terlebih dengan pemanfaatan media sosial. Namun, apa, iya, sesederhana itu?
Menurut Asnan, bila seorang pelaku usaha hendak menerapkan strategi pemasaran nonkonvensional, pertama-tama yang harus dipikirkan adalah diferensiasi. Sebenarnya ini adalah resep umum pemasaran, yaitu terkaitmarket positioning.
Namun, dalam ranah pemasaran digital, bobot diferensiasi yang ditawarkan oleh pemilik bisnis harus lebih kuat. “Segmen yang disasar harus tepat, yaitu solusi apa yang ditawarkan oleh si pengusaha,” kata Asnan.
Misal, Atina dengan Vanilla Hijab, khusus menyasar pemakai hijab yang membutuhkan hijab berkualitas bagus dengan harga terjangkau. Contoh lain, aplikasi ojek online seperti Go-Jek yang unggul karena menawarkan solusi transportasi riil bagi warga kota yang akrab dengan kemacetan lalu lintas.
Diferensiasi yang kuat juga ketepatan segmen sasaran akan membantu Anda menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Asnan mengingatkan, pemasaran nonkonvensional bukanlah berarti sekadar ikut-ikutan tren memakai teknologi untuk kegiatan pemasaran.
“Namun, bagaimana kegiatan klasik pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi,” kata dia.
Kegiatan klasik pemasaran, antara lain pengelolaan harga, promosi, tempat, produk, segmentasi, target dan positioning. Maka itu, kendati pun Anda hendak memanfaatkan jalur daring untuk memasarkan produk, prinsip-prinsipmarketing harus tetap Anda terapkan.
“Pada akhirnya, proposisi nilai dan diferensiasi produklah yang menjadi modal utama pemasar agar produk berhasil,” terang Asnan.
Malah, apabila menyasar jalur daring, Anda harus memperhatikan pula tuntutan ekstra menghadapi dinamika bisnis yang lebih tinggi dan cepat. Sebagai contoh, dari sisi komunikasi dengan konsumen.
Dalam pemasaran daring, komunikasi dan lalu lintas interaksi berlangsung real-time tanpa tatap muka. Alhasil, pengelolaan komunikasi harus lebih berhati-hati dan profesional demi menghindari miskomunikasi.
“Karena setiap percakapan dengan pelanggan atau calon pelanggan di platform online atau media sosial merupakan moment of truth yang kritis bagi si pemasar,” terang Asnan.
Pemilik usaha harus mau berinvestasi khusus dari sisi waktu agar bisa mengelola media sosial agar selalu aktif, menarik dan segar. Media sosial atau pun platform jualan daring ibarat etalase tempat Anda memajang produk.
Untuk mendukung itu, bila perlu pebisnis memiliki sendiri tim khusus pengelola media sosial.
Nah, berikut kanal-kanal pemasaran daring yang bisa Anda manfaatkan:
n Media Sosial
Popularitas media sosial di Indonesia menjadikan lini ini sebagai salah satu pilihan kanal pemasaran favorit. Facebook dan Instagram boleh dibilang menduduki urutan pertama pemasaran para pebisnis daring, terutama bagi pebisnis kelas usaha kecil dan menengah (UKM). Maklum, keduanya bisa Anda manfaatkan gratis.
Untuk berjualan di Facebook, Anda bisa memakai laman Fan Page. Semakin banyak “likes” pada laman Anda, berarti khalayak toko Anda pun makin banyak.
Merekalah konsumen potensial produk Anda. Hanya, bila dahulu Facebook bisa menjangkau banyak khalayak, sejak 2014 media sosial populer itu mengubah algoritma.
Dus, walau jumlah “likes” di Fan Page Anda mencapai 10.000 “likes”, postingproduk Anda cuma bisa menjangkau atau dilihat oleh 500 pengguna atau 5% dari total fans laman Anda.
Anda bisa memanfaatkan Facebook Ads untuk mempromosikan produk Anda lebih intens. Tapi, layanan ini berbayar mulai US$ 1-US$ 5 per hari. Menurut Asnan, kelebihan Facebook adalah dia cocok untuk bisnis dengan segmen pasar luas dan menyasar semua kalangan.
Selain Facebook, Anda bisa memanfaatkan Instagram atau IG. Media sosial ini justru banyak dipilih sebagai kanal pemasaran pengusaha UKM.
Salah satu pelaku adalah Eka Putri atau Uthi, pemilik gerai online tas dengan akun @picquetbags. “IG cukup efektif mendongkrak penjualan,” kata dia.
Ada banyak teknik memperbesar pengikut yang potensial menjadi konsumen produk Anda. Misal, melalui hashtag atau tanda pagar (tagar) yang memudahkan pencari produk menemukan Anda. Bisa juga melalui trik promosi khusus.
Contoh, melalui trik shout for shout (SFS). Ini adalah cara promosi yang membuat sesama online shop saling mempromosikan. Pengalaman Uthi, trik ini cukup efektif mengerek jumlah pengikut hingga 200-300 akun setiap hari.
Memakai jasa endorse selebgram juga bisa Anda pilih. Beberapa selebgram memasang tarif endorse hingga jutaan rupiah. Syukur-syukur bila selebgram itu adalah juga pelanggan produk Anda.
Anda bisa menikmati jasa promosi gratis! Seperti pengalaman gerai kuliner daerah @nasikrawuyukhar yang mendapat tambahan hampir 200 followersdalam sehari saat produknya dipromosikan oleh seorang pelanggan yang ternyata selebgram. “Penjualan juga terdongkrak seiring jumlah pengikut yang makin banyak,” ujar Teguh Firmansyah, pemilik gerai kuliner daring itu.
Instagram juga Path, menurut Asnan, cocok sebagai media promosi dan pemasaran produk seputar customer experience, seperti wisata kuliner, gaya hidup, dan busana. Karena itu, media sosial ini membutuhkan asupan konten visual yang kontinu dan artistik.
Walau cukup efektif menjadi kanal pemasaran, media sosial mencukupi di fase awal pemasaran saja, terutama untuk proses membangun brand awareness. Begitu transaksi makin besar, segmen pelanggan meluas, menurut Asnan, pengusaha harus membangun sisi tangible.
“Perlu membuat gerai, showrooms, layanan pelanggan, kecuali bisnis yang berbasis internet murni,” kata Asnan.
n Webstore
Memiliki webstore sendiri bisa menaikkan brand awareness Anda. Walau untuk itu, Anda harus merogoh kocek untuk membeli dan memelihara sistem e-commerce.
“Beli sistem Rp 15 juta dan maintenance sekitar Rp 3 juta per bulan,” cerita Erie Nugraha, pemilik www.rajamotoronline.com.
Agar penjelajah dunia maya mengetahui keberadaan Anda, Anda perlu memaksimalkan search engine optimization (SEO) atau optimasi mesin pencari melalui keyword yang tepat. Kanal pemasaran melalui webstore bisa Anda kombinasikan dengan mengoptimalkan media sosial.
Agar pengunjung webstore mendapatkan nilai lebih, jangan segan membagi konten yang bermanfaat seperti tip dan trik tertentu yang berkaitan dengan produk Anda. Bisa pula memajang review produk laiknya Blog. Dus, toko daring Anda tidak melulu memajang barang dagangan.
Marketplace
Marketplace di Indonesia semakin banyak ragam. Ada yang gratis menawarkan lapak jualan, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Olx.co.id, Rakuten, dan Elevania. Ada pula yang berbayar atau kerjasama konsinyasi, seperti Lazada, Blibli, dan Zalora.
Di marketplace gratis, yang Anda butuhkan adalah konsistensi mempromosikan laman toko Anda agar bisa tampil di halaman depan aplikasi marketplacetersebut. Sedangkan marketplace berbayar mewajibkan penjual menyetor deposit sejumlah tertentu, baru penjual bisa berjualan.
Mana yang lebih oke, silakan

Mari Bersama Membangun dan Menciptakan Peluang Kerja Lewat Unit Usaha Kecil dan Menengah.

Info Industri kreatif
Info Ukm Mahasiswa
  1. http://ukmindonesiasukses.blogspot.com/

Diposting oleh Mas Admint Rus di 19.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Factory Outlet Jual Beli Baju Celana Mukena Busana Tanah Abang www.retailtanahabang.com
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • Agustus (3)
  • Agustus (7)

hasil bumi

hasil bumi

cabeku

cabeku

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Arsip Blog

  • ►  2016 (3)
    • ►  Agustus (3)
  • ▼  2011 (7)
    • ▼  Agustus (7)
      • Hikmah
      • Dai dan Rating Rekayasa
      • Luqman Sang Ahli Hikmah
      • Tragedi Membawa Hikmah
      • Hikmah Ramadan
      • Hikmah Zakat
      • Meraup berkah usaha dari booming digital
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.